Perangkat Pasif Fiber Optic
1.Pigtail
Sepotong kabel yang
hanya memiliki satu buah konektor
diujungnya, pigtail
akan disambungkan dengan
kabel fiber yang
belum memiliki konektor.
2. Patch
Cord
3. Fiber Outlet
4. DPFO/ODP
5. Splitter
membagi daya optik dari satu input serat ke dua atau
beberapa output serat. Kelemahan dari Splitter
ini adalah
menimbulkan Loss dimana semakin besar kapasitasnya, loss
yang timbul.
6. Joint Box/Joint Closure
7. OTB
Optical
Termination Box (OTB) adalah titik terminasi kabel
serat optik outdoor dengan kabel serat optik indoor.
Perangkat Aktif Fiber Optic
1. Managed
Switch
Jenis switch yang memiliki
fitur-fitur yang handal yang mampu mendukung kinerja switch dalam jaringan
network komputer dan dilengkapi dengan fitur
popular yakni fitur Virtual LAN atau VLAN yang membuat switch ini dapat
terhubung pada segment LAN secara bersamaan yang dapat dipakai lebih dari 1 LAN dan fiur monitoring yang
fungsinya dapat melakukan konfigurasi IP address bahkan juga dapat melakukan
pengecekan transfer data melalui IP address, atau melakui protocol SNMP
atau program monitoring lainnya.
2. Media
Converter
• Single Mode, memiliki
kemampuan jarak tempuh sampai dengan 100 KM dengan panjang gelombang 1550 nm
dan core 9/125 micron.
• Multimode, memiliki
kemampuan jarak tempuh yang terbatas maksimal 550 meter dengan panjang
gelombang 1300 nanometer dan core 50/125 micron, biasanya digunakan untuk
jaringan lokal.
3. Optical
Network Unit/ONU
Menyediakan interface antara jaringan optik
dengan pelanggan. Sinyal optik yang ditransmisikan melalui ODN diubah oleh ONU
menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan. Pada arsitektur FTTx, ONU diletakkan di sisi pelanggan. Memilik beberapa fungsi yaitu :
• Konversi layanan sinyal
optik menjadi sinyal elektrik
• Sebagai alat
demultiplexer layanan
• Output dapat berupa
voice, video dan data internet
4. Passive
Optical Network/PON
Merupakan jaringan
point-to-multipoint berbasis fiber optik
yang memiliki elemen pembagi optik
(Optical Splitter) yang
berfungsi sebagai penyalur data pada beberapa tujuan.
Elemen pembagi tersebut bersifat pasif artinya tidak
melakukan manipulasi
sinyal seperti penguatan sinyal optik
terdapat pada OLT. Memiliki karakteristik sebagai
berikut :
• Teknologi yang digunakan
yaitu WDM, wavelength
division multiplexer,
memungkinkan terjadinya berbagai layanan yang menggunakan satu jalur kabel.
• Sinyal downstream dan
upstream merupakan dua buah sinyal yang memiliki panjang gelombang berbeda dan
dilewatkan dalam jalur yang sama. Sinyal tersebut dipisahkan dan digabungkan
kembali pada ujung jaringan baik dari provider maupun pelanggan.
• Memiliki bandwidth yang
tingga dan jarak yang jauh (20 km – 30 km) dan biasa digunakan untuk jaringan
metro atau mobile backhaul yaitu koneksi antar core network.Terdapat dua standar
yaitu ITU (GPON) dan IEEE (GE-PON)
5. Gigabit
Passive Optical Network/GPON
Merupakan salah satu
teknologi PON yang
dikembangkan oleh ITU-T via G.984. Standar G.984
mendukung
bit rate yang lebih tinggi, perbaikan
keamanan dan pilihan protokol layer 2
(ATM, GEM atau
ethernet). Pendistribusian sinyal dari sentral ke end user
menggunakan
pasif splitter (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32, 1:64).
Komponen GPON terdiri dari :
• Optical Line Terminal
(OLT)
• Optical Distribution
Network (ODN)
• Optical Network Unit
(ONU) atau OpticalNetwork Termination (ONT)
• Network Management
System, perangkat lunak untuk mengontrol dan mengkonfigurasi perangkat
GPON.
Konfigurasi yang dapat dilakukan yaitu OLT dan ONU/ONT.
• Berdasarkan TDMA (time
division multiple access),sehingga
mendukung T1, E1 dan DS3.
• Downstream 2.488 Gbps
menggunakan teknik broadcast dan upstream 1.244 Gbps menggunakan TDMA sebagai
multiple access upstream.
• Panjang gelombang
downstream yang digunakan yaitu 1490 nm untuk data dan voip, 1550 untuk menyalurkan IPTV Panjang gelombang
upstream yang digunakan yaitu 1310 nm untuk layanan triple play.
6. Gigabit
Ethernet Passive Optical Network/GE-PON
Merupakan teknik akses
optik kecepatan tinggi yang telah distandarisasi menurut IEEE 802.3ah EFM (Ethernet in the First Mile) sehingga dapat digunakan pada konfigurasi point to multipoint. Pendistribusian sinyal dari sentral ke end
user menggunakan pasif splitter (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32).
Komponen GPON
terdiri dari :
• Optical Line Terminal
(OLT)
• Optical Distribution
Network (ODN)
• Optical Network Unit
(ONU) atau Optical Network Termination (ONT)
• Network Management
System, perangkat lunak untuk mengontrol dan mengkonfigurasi perangkatGEPON.
Konfigurasi yang dapat dilakukan yaitu OLT dan ONU/ONT.
Karakteristik GE-PON :
• Menggunakan struktur
enkapsulasi ethernet untuk komunikasi pada layer 2
• Data dikirimkan dengan
panjang variabel 1.518 Bytes sesuai standar IEEE 802.3ah
• Struktur point to
multipoint, dimana satu OLT bisa dihubungkan dengan 32 ONU. Dan masing
masing
ONU berbagi bandwidth 1G melalui TDM baik uplink maupun downlink.
• Memiliki upstream 1.260
Gbps dengan panjang gelombang 1.360 nm dan downstream 1.480 Gbps
dengan panjang
gelombang 1.500 nm
• Mendukung teknologi
enskripsi pada downstream dan upstream
• Mendukung fungsi DBA
(dynamic bandwidth allocation), kemampuan untuk mengatur beban
bandwidth pada
masing-masing ONU, mengatur salah satu jenis delay yaitu delay rendah atau
delay normal. Delay rendah biasanya digunakan untuk VoIP atau komunikasi video
dan juga fitur
QoS.
• Mendukung fungsi layer
fisik OAM (operation, administration and maintenance), kemampuan
untuk operasi
yang dibutuhkan, mengadministrasi dan merawat sistem jaringan FO.
> GPON
vs GE-PON
• GPON menggunakan standar
ITU-T G.984, GE-PON menggunakan standar IEEE 802.3ah yang fokus
pada ethernet
services
• ONU GPON mengakomodasi
legacy network (TDM Based) seperti E1, ONU GE-PON hanya based
on ethernet
• Frame GPON adalah Gpon
Encapsulation Method (GEM), sedangkan frame GE-PON adalah
ethernet. Gpon Encapsulation Method merupakan kemampuan menyediakan sebuah connection
oriented, mekanisme framing
variable-length untuk transport dari layanan data melalui PON dan
tidak tergantung
pada jenis interface service node pada OLT serta jenis interface UNI pada ONU
• Split GPON 64 sedangkan
GE-PON baru 32 split
• Pada GPON antara
downstream dan upstream bersifat asimetrik, sedangkan GE-PON bersifat
simetrik
• Link budget pada ODN
GPON minimum 28 dB sedangkan pada GE-PON minimum 26 dB
• GPON berstandar
interoperability ONU dan LT yang berbeda sedangkan GE-PON masih
menggunakan
proprietary interface antara OLT dan ONU.
7. Optical
Line Terminal/OLT
OLT menyediakan
interface antara sistem Passive Optical Network (PON) dengan penyedia layanan
(service provider) data, video, maupun voice/telepon melalui NSM. Perangkat OLT meliputi:
• DCS (Digital
Cross-connect),
yang melayani nonswitched dan non-locally switched TDM trafik ke
jaringan
telepon
• voice Gateway, yang
melayani locally switched TDM/voice trafik ke PSTN
• IP Routers atau ATM
Edge Switch, yang melayani trafik data
• Video Network Device,
yang melayani trafik video
Perangkat yang berfungsi sebagai
titik awal dari layanan jaringan optik
pasif. Perangkat ini
mempunyai fungsi utama, antara lain:
• Melakukan konversi
antara sinyal listrik yang digunakan oleh penyedia layanan dan sinyal optik
yang digunakan oleh jaringan optik pasif
• Mengkoordinasikan
multiplexing pada perangkat lain di ujung jaringan, atau biasa disebut
dengan Optical Network Terminal (ONT) atau Optical Network Unit (ONU)
• Penyambungan dengan
pusat layanan (softswitch, ISP dan IPTV)
• Titik distribusi ke
pelanggan
• Tempat pengaturan
bandwidth, pengontrolan dan kendali jaringan pelanggan
8. Small
Form-factor Pluggable/SFP
Perangkat yang compact berupa
suatu transceiver yang bersifat hot-pluggable yang biasa digunakan
dalam
applikasi komunikasi dan telekomunikasi data. Form factor dan interface
kelistrikannya dispesifikasikan oleh suatu perjanjian multi source
(multi-source agreement – alias MSA). Perangkat ini menjadi interface suatu perangkat jaringan motherboard
yang biasa digunakan pada sebuah router atau switch kepada kabel jaringan fiber
optic ataupun copper. Dirancang
untuk mendukungstandard
komunikasi pada jaringan SONET, Gigabit Ethernet, Fibre Channel atau lainnya.
Ada 2 jenis SFP
yaitu :
• SFP, memiliki bandwidth
maksimal 4 Gbps
• SFP+, memiliki bandwidth
maksimal 10 Gbps
Peralatan Pendukung Fiber Optic
1.Fusion Splicer
Alat untuk menyambungkan serat optik ini merupakan salah satu alat yang digunakan
untuk menyambungkan sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat /
berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah
menjadi sebuah media sinar berbentuk laser. Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus
pada core sehingga bisa tersambung kembali dengan baik
2. Stripper
Ini berfungsi sebagai media untuk memotong dan
mengupas kulit dan daging kabel.
3. Protector
Sleeve
protector yang digunakan untuk melindungi core hasil splicing. Tujuan nya agar core hasil splicing
tidak patah.
4. Cleaver
Mempunyai
fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optic-nya sudah dikupas
.
5. Optical
Power Meter/OPM
signal cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga mempunyai
interface FC yang langsung berhubungan dengan pathcore
FC.
6. Optical Domain Reflectometer/OTDR
Maupun pemeliharaan link serat optik dipakai untuk mendapatkan gambaran visual dari redaman serat optik sepanjang sebuah link yang diplot pada sebuah layar dengan jarak digambarkan pada sumbu X dan redaman pada sumbu Y. Informasi mengenai redaman serat, loss sambungan, loss konektor dan lokasi gangguan serta loss antara dua titik dapat ditentukan dari display ini.
7. Optical
Fiber Identifier/OFI
Alat untuk mengetahui arah signal
dengan penunjuk arah
dan besar daya yang di laluinya.
8. Visual Fault Locator/VFL
optic. Fungsinya untuk melakukan
pengetesan pada core
fiber optic. Laser akan mengikuti serat Optik pada Kabel
Fiber Optik dari POP Sampai Ke User (end to end) , bila core
tidak bermasalah laser
akan sampai pada titik tujuan.
Ok. Bagus artikelnya. Lanjutkan
BalasHapusiya pak makasih. siap
HapusMakasih gan, sudah membantu mendapatkan sumber belajar, Tambah lagi yang lainnya tentang FO ini....
BalasHapus