Apa itu DOMAIN?
Domain (domain name) adalah nama unik yang diberikan untuk
mengidentifikasi nama server komputer, seperti web server atau email server di
jaringan komputer ataupun internet.
Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet
pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama
server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang
dikenal sebagai alamat IP. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan
dari sebuah situs web seperti contohnya "wikipedia.org". Nama domain
kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website.
1. Top Level Domain (TLD)
Top Level Domain adalah deretan kata dibelakang nama domain yang mengidindikasikan pemilik tertinggi domain tersebut dan jenis dari domain tersebut.
Contohnya sebagai berikut :
.net ( dotnetwork ): domain untuk network/jaringan
.org ( dotorganization ): domain untuk organisasi
.edu ( doteducation ): domain untuk pendidikan
.gov ( dotgoverenment ): domain untuk pemerintahan
.mil ( dotmilitary ):domain untuk milite
.tv ( dottelevision ): domain untuk televisiDomain dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Global
Top Level Domain (gTLD)
Adalah
level domain yang diperuntukkan bagi pengguna global, biasanya nama domain
seperti contoh diatas.
b. Country Code Top Level Domain (ccTLD)
Adalah
TLD domain yang khusus ditunjukkan bagi Negara-Negara tertentu, misalnya
untuk Indonesia dengan kode
"id" ( co.id, net.id, or.id, web.id, go.id, net.id, dan lain-lain).
Untuk Negara Jepang menggunakan kode "jp" dan Negara Malaysia
menggunakan kode "my".
2. Second
Level Domain (SLD)
SLD adalah nama domain yang Anda
daftarkan sesuai keinginan. SLD ini bisa Anda beli dan Anda daftarkan.
Contohnya : google.com, adalah SLD dan .com adalah TLD.
3. Thired Level Domain (Subdomain)
Third Level Domain
adalah nama sebelum Second Level Domain dan Top Level Domain. Misalnya nama domain yang anda miliki adalah
hosteko.com, maka anda dapat menambahkan nama lain sebelum kata ‘hosteko.com',
misalnya mail.hosteko.com, Third Level Domain biasanya lebih dikenal dengan sebutan "Subdomain".
Apa yang dimaksud dengan Hosting?
Hosting (disebut juga Web Hosting / sewa hosting) adalah
penyewaan tempat untuk menampung data-data yang diperlukan oleh sebuah website
dan sehingga dapat diakses lewat Internet. Data disini dapat berupa file,
gambar, email, aplikasi/program/script dan database.
Pengertian Hosting dapat diibaratkan sebagai contoh berikut;
sebuah website diibaratkan sama dengan kios/ruangan di Mall.
Pengertian Subdomain
Subdomain terdiri dari dua kata yaitu “Sub” dan “Domain”
yang berarti bagian tambahan dari nama domain utama atau induk yang digunakan
sebagai pembagian area yang mengacu ke suatu alamat fisik di sebuah website.
Induk dari subdomain adalah domain utamanya dan subdomain ini terletak di depan
domain utama. Perlu Anda ketahui bahwa subdomain juga dapat berfungsi sebagai
website yang berdiri sendiri.
Subdomain juga dikenal sebagai Third level domain. Adapun
letak subdomain dan domainnya akan terlihat seperti
“subdomain.domain.ekstensi_domain” -> “www.journal.mylife.co.id”. Dengan
adanya subdomain, suatu domain dapat menghasilkan beberapa bagian atau website
dan juga memudahkan Anda untuk mengelola bagian-bagian website serta membuat link
atau URL webiste Anda terlihat lebih menarik.
Fungsi Subdomain :
1. Untuk Membuat Website dengan Tampilan atau Platform Tertentu
1. Untuk Membuat Website dengan Tampilan atau Platform Tertentu
2. Membuat Website dengan Kategori atau Produk Tertentu
3. Membuat Website dalam Bahasa Tertentu
4. Membuat Website didalam Cakupan Negara, Daerah, ataupun Area Tertentu
Cara Membuat Website
1. Tentukan Tema Website
Pertama kali yang harus kamu pikirkan adalah tema website. Website kamu mau dibikin kayak apa? Isinya tentang apa? Banyak tema website yang bisa dipilih misalnya website pribadi, website perusahaan, toko online, blog, travel website, website kuliner atau website yang berisi beragam review film. Selain itu, coba pikirkan bagaimana tampilan yang nantinya akan dibuat. Apakah bernuansa retro? Apakah berwarna hitam? dan sebagainya. Kemudian jangan lupa untuk mencatat apa yang perlu kamu masukkan dalam website. Misalnya profil perusahaan, foto perusahaan, foto barang yang dijual ataupun kontak yang bisa dihubungi. Jangan sampai kamu macet ditengah jalan gara- gara belum mempersiapkan semuanya.
2. Pilih Penyedia Jasa Domain dan Hosting
Sudah tahu belum bagaimana website bisa jalan? Website dibangun diatas yang namanya domain dan hosting. Domain merupakan nama dari website itu sendiri. Sedangkan hosting merupakan tempat di mana website diletakkan. Jadi, website bisa dibangun apabila ada hosting dan ada domain. Untuk lebih jelas mengenai apa itu website, domain dan hosting bisa baca Apa itu Domain dan Hosting. Nah karena domain dan hosting merupakan pondasi utama, jadi pilih penyedia jasa yang terbaik. Pastikan kamu tahu fitur dan layanan yang didapatkan. Cek satu persatu spesifikasi, kapasitas, RAM dan harganya. Coba tanyakan apakah sedang ada promo diskon atau tidak. Lumayan kan bisa dapat domain dan hosting murah.
3. Gunakan WordPress
Setelah domain dan hosting di dapat, silahkan lakukan instalasi WordPress. Oiya, ada beberapa penyedia jasa layanan domain dan hosting yang memiliki fitur instalasi WordPress langsung lho! Salah satunya, DomaiNesia yang memiliki fitur Instant Deploy. Kamu bisa memanfaatkan fitur tersebut agar lebih mudah. Kalau tidak ada fitur tersebut, tenang saja! Kamu bisa melakukan instalasi WordPress sendiri dengan mudah menggunakan beberapa bantuan seperti Softaculous atau download langsung di website resmi WordPress.
4. Perbaiki Tampilan
Setelah WordPress berhasil terinstal, it’s time for custom your website! Kamu bisa lakukan kustomisasi sesuka hati. Eitss jangan sampai melenceng dari tema website ya. Kamu bisa mendapatkan berbagai tema gratis WordPress maupun yang berbayar. Kamu juga bisa mempercantik website dengan berbagai plugin. Coba baca 6 Plugin WordPress Wajib Kamu miliki. Jangan lupa untuk memasukkan catatan-catatan yang sudah kamu list tadi. Sesuaikan menu, gambar slider, footer dan sidebar untuk mempercantik website.
4. Membuat Website didalam Cakupan Negara, Daerah, ataupun Area Tertentu
Cara Membuat Website

1. Tentukan Tema Website
Pertama kali yang harus kamu pikirkan adalah tema website. Website kamu mau dibikin kayak apa? Isinya tentang apa? Banyak tema website yang bisa dipilih misalnya website pribadi, website perusahaan, toko online, blog, travel website, website kuliner atau website yang berisi beragam review film. Selain itu, coba pikirkan bagaimana tampilan yang nantinya akan dibuat. Apakah bernuansa retro? Apakah berwarna hitam? dan sebagainya. Kemudian jangan lupa untuk mencatat apa yang perlu kamu masukkan dalam website. Misalnya profil perusahaan, foto perusahaan, foto barang yang dijual ataupun kontak yang bisa dihubungi. Jangan sampai kamu macet ditengah jalan gara- gara belum mempersiapkan semuanya.
2. Pilih Penyedia Jasa Domain dan Hosting
Sudah tahu belum bagaimana website bisa jalan? Website dibangun diatas yang namanya domain dan hosting. Domain merupakan nama dari website itu sendiri. Sedangkan hosting merupakan tempat di mana website diletakkan. Jadi, website bisa dibangun apabila ada hosting dan ada domain. Untuk lebih jelas mengenai apa itu website, domain dan hosting bisa baca Apa itu Domain dan Hosting. Nah karena domain dan hosting merupakan pondasi utama, jadi pilih penyedia jasa yang terbaik. Pastikan kamu tahu fitur dan layanan yang didapatkan. Cek satu persatu spesifikasi, kapasitas, RAM dan harganya. Coba tanyakan apakah sedang ada promo diskon atau tidak. Lumayan kan bisa dapat domain dan hosting murah.
3. Gunakan WordPress
Setelah domain dan hosting di dapat, silahkan lakukan instalasi WordPress. Oiya, ada beberapa penyedia jasa layanan domain dan hosting yang memiliki fitur instalasi WordPress langsung lho! Salah satunya, DomaiNesia yang memiliki fitur Instant Deploy. Kamu bisa memanfaatkan fitur tersebut agar lebih mudah. Kalau tidak ada fitur tersebut, tenang saja! Kamu bisa melakukan instalasi WordPress sendiri dengan mudah menggunakan beberapa bantuan seperti Softaculous atau download langsung di website resmi WordPress.
4. Perbaiki Tampilan
Setelah WordPress berhasil terinstal, it’s time for custom your website! Kamu bisa lakukan kustomisasi sesuka hati. Eitss jangan sampai melenceng dari tema website ya. Kamu bisa mendapatkan berbagai tema gratis WordPress maupun yang berbayar. Kamu juga bisa mempercantik website dengan berbagai plugin. Coba baca 6 Plugin WordPress Wajib Kamu miliki. Jangan lupa untuk memasukkan catatan-catatan yang sudah kamu list tadi. Sesuaikan menu, gambar slider, footer dan sidebar untuk mempercantik website.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar